MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA SEBAGAI PENGUATAN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN ABAD-21

Neneng Lia Rohmalia

Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gel. 2 Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan, Bandung.

Nenengliarahmalia04@gmail.com

 

Pendidikan adalah ujung tombak bangsa, karena generasi yang berpendidikan akan   membawa   bangsa   Indonesia   kearah   yang   lebih   baik. Pentingnya Pendidikan bagi bangsa sehinga harus benar-benar di perhatikan, jika buruknya pendidikan maka akan menjadi suatu kemunduran. Generasi sekarang akan menggantikan peran penting dalam pembangunan dengan ilmu yang baik maka baik pula masa depan. Sependapat dengan (Asrial, Et al; 2022) peserta didik sekarang memegang peran penting dimasa yang akan mendatang. Pendalaman ilmu pengetahuan dan pendidikan karakter menjadi kesatuan yang tidak bisa di pisahkan dalam lembaga pendidikan. Berlandaskan pancasila yang mencerminkan pendidikan yang memiliki ciri  khas  tersendiri  bagi  bangsa Indonesia.1

Berbagai cara diupayakan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan untuk merancang pendidikan Indonesia agar mampu membentuk generasi bangsa menjadi manusia yang berkualitas, baik dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pemerintah berharap bahwa generasi yang akan datang mampu bersaing secara global dan memiliki karakter yang mencerminkan bangsa Indonesia sesuai dengan falsafah Pancasila.2 Dalam pembelajaran paradigma baru dikenalkan suatu konsep berupa Profil Pelajar Pancasila yang memiliki peran sebagai petunjuk arah dan menjadi pedoman atau panduan dalam menentukan kebijakan dan pembaharuan sistem pendidikan di Indonesia, termasuk di dalamnya perencanaan pembelajaran dan asesmen.

Profil Pelajar Pancasila merupakan petunjuk atau pedoman dalam merencanakan pembelajaran dan penilaian untuk semua mata pelajaran. Dengan kata lain, Profil Pelajar Pancasila merupakan kemampuan atau kompetensi dan karakter yang dipelajari dalam lintas disiplin ilmu. Guna mengembangkan kompetensi dan karakter peserta didik, diperlukan indikator-indikator atau aspek-aspek yang mendukung ketercapaian Profil Pelajar Pancasila. Indikator atau aspek yang dapat mendukung ketercapaian Profil Pelajar Pancasila menurut Kemendikbudristek (2020) yang selaras dengan tahap

 


1 Muhammad Dewa Zulkhi, Nimas Aizin Tiwandani, Irmay HZ Siregar, dkk. “Perwujudan Entitas dan Identitas Bangsa Indonesia dalam Pembelajaran Abad 21 malalui Penerapan Profil Pelajar Pancasila” Journal On Teacher Education, Vol. 4 No. 3, (2023) Hal. 161.

2 Dewi Umi Qulsum, Hermanto, “Peran Guru Penggerak Dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila Sebagai Ketahanan Pendidikan Karakter Abad 21” Jurnal Ketahanan Nasional, Vol. 28, No. 3, Desember 2022) Hal, 317.


perkembangan peserta didik dan menjadi acuan dalam perencanaan pembelajaran dan asesmen.

Profil pelajar Pancasila merupakan bentuk penerjemahan tujuan pendidikan nasional. Profil pelajar Pancasila berperan sebagai referensi utama yang mengarahkan kebijakan-kebijakan pendidikan termasuk menjadi acuan untuk para guru dalam membangun karakter serta kompetensi peserta didik. Profil pelajar Pancasila harus dapat dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan karena perannya yang penting. Profil ini perlu sederhana dan mudah diingat dan dijalankan baik oleh guru maupun oleh pelajar agar dapat dihidupkan dalam kegiatan sehari-hari. Berdasarkan pertimbangan tersebut, profil pelajar Pancasila terdiri dari enam dimensi, yaitu: 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bergotong-royong, 4) berkebinekaan global, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif.3

Pembelajaran di abad 21 harus dapat mempersiapkan generasi manusia Indonesia menyongsong kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Pembelajaran abad 21 sebenarnya adalah implikasi dari perkembangan masyarakat dari masa ke masa. Sebagaimana diketahui bahwa masyarakat berkembang dari masyarakat primitif ke masyarakat agraris, selanjutnya ke masyarakat industri, dan sekarang bergeser ke arah masyarakat informatif. Masyarakat informatif ditandai dengan berkembangnya digitalisasi.4 Keterampilan abad 21 yakni character (karakter), citizenship (kewarganegaraan), critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreatif), collaboration (kolaborasi), dan communication (komunikasi).

Keterampilan akademik dan kognitif memang keterampilan yang penting bagi peserta didik, namun bukan merupakan satu-satunya keterampilan yang diperlukan peserta didik untuk menjadi sukses. Peserta didik yang memiliki kompetensi kognitif yang fundamental merupakan pribadi yang berkualitas dan beridentitas. Peserta didik seperti ini mampu menanggapi kegagalan serta konflik dan krisis, serta siap menghadapi dan mengatasi masalah sulit di abad ke-21. Secara khusus, generasi muda harus mampu bekerja dan belajar bersama dengan beragam kelompok dalam berbagai jenis pekerjaan dan lingkungan sosial, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pancasila menjadi filsafat pendidikan bangsa, dalam pelaksanaan pembelajarannya diatur oleh Profil pelajaran pancasila sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dan penilaian untuk semua mata pelajaran. dapat diaplikasikan dalam bentuk budaya sekolah, intra dan ekstrakuliker. Dalam proses

3 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022 “Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka” Jakarta: Kemendikbud, diunduh 28 Februari 2023.

4 Edi Syahputra “Pembelajaran Abad 21 Dan Penerapannya Di Indonesia” Prosiding Seminar Nasional SINASTEKMAPAN (E-Journal) Vol. I (November 2018) Hal. 1227.


menuju hal tersebut peserta didik harus dibekali dengan kompetensi pembelajaran abad

21. Penerapan perwujudan profil pelajar Pancasila pada Pendidikan yang berpihak pada peserta didik dalam Pendidikan abad-21 di dalam kelas, Pembelajaran yang berpihak pada peserta didik, salah satunya dengan memberi kesempatan peserta didik untuk mengemukakan pendapat, memberi kebebasan membangun sendiri pengetahuannya, tidak selalu mengikuti keinginan gurunya, guru berperan sebagai fasilitator dan membimbing dalam menunjang pembelajaran yang dibutuhkan oleh peserta didik.

Guru perlu memperkuat keingintahuan intelektual peserta didik, keterampilan mengidentifikasi dan memecahkan masalah, dan kemampuan mereka untuk membangun pengetahuan baru dengan orang lain. Guru di abad ke-21 bukanlah guru yang mahir dalam setiap topik dalam kurikulum, namun harus menjadi ahli dalam mencari tahu bersama-sama dengan siswa mereka, tahu bagaimana melakukan sesuatu, tahu bagaimana cara untuk mengetahui sesuatu atau bagaimana menggunakan sesuatu untuk melakukan sesuatu yang baru. Peran penting seorang guru abad ke-21 adalah peran mereka sebagai role model untuk kepercayaan, keterbukaan, ketekunan dan komitmen bagi peserta didik dalam menghadapi ketidakpastian di abad ke-21.5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


5 Siti Zubaidah, “Keterampilan Abad Ke-21: Keterampilan yang diajarkan melalui pembelajaran” Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang.


Referensi

Dewa, Muhammad Zulkhi, Nimas Aizin Tiwandani, Irmay HZ Siregar, dkk. (2023) Perwujudan Entitas dan Identitas Bangsa Indonesia dalam Pembelajaran Abad 21 malalui Penerapan Profil Pelajar Pancasila Journal On Teacher Education, Vol. 4 No. 3.

Umi Dewi Qulsum, Hermanto, (2022) Peran Guru Penggerak Dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila Sebagai Ketahanan Pendidikan Karakter Abad 21” Jurnal Ketahanan Nasional, Vol. 28, No. 3.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, (2022) “Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka” Jakarta: Kemendikbud, diunduh 28 Februari 2023.

Syahputra, Edi, (2018) “Pembelajaran Abad 21 Dan Penerapannya Di Indonesia, Prosiding Seminar Nasional SINASTEKMAPAN (E-Journal) Vol. I.

Zubaidah, Siti Keterampilan Abad Ke-21: Keterampilan yang diajarkan melalui pembelajaran Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini