MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR
PANCASILA SEBAGAI PENGUATAN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN
ABAD-21
Neneng Lia Rohmalia
Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gel. 2 Prodi Pendidikan Guru
Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas
Pasundan, Bandung.
Pendidikan adalah ujung tombak bangsa, karena generasi yang berpendidikan akan membawa bangsa
Indonesia kearah
yang
lebih
baik. Pentingnya Pendidikan bagi bangsa sehinga
harus benar-benar di perhatikan,
jika buruknya pendidikan maka akan menjadi suatu kemunduran. Generasi
sekarang akan menggantikan peran penting dalam pembangunan dengan ilmu
yang baik maka baik pula masa depan. Sependapat dengan (Asrial, Et al; 2022) peserta didik sekarang memegang peran penting dimasa yang akan
mendatang. Pendalaman ilmu pengetahuan dan pendidikan karakter
menjadi kesatuan yang tidak bisa di pisahkan
dalam lembaga pendidikan.
Berlandaskan pancasila yang mencerminkan pendidikan yang memiliki ciri
khas tersendiri bagi
bangsa Indonesia.1
Berbagai cara diupayakan oleh pemerintah
dan pemangku kepentingan untuk merancang pendidikan Indonesia agar mampu membentuk generasi
bangsa menjadi manusia
yang berkualitas, baik dari aspek kognitif, afektif,
dan psikomotorik. Pemerintah berharap bahwa generasi yang
akan datang mampu bersaing secara global dan
memiliki karakter yang mencerminkan bangsa Indonesia sesuai dengan falsafah Pancasila.2 Dalam pembelajaran
paradigma baru dikenalkan suatu konsep berupa Profil Pelajar Pancasila yang memiliki peran sebagai petunjuk arah dan
menjadi pedoman atau panduan dalam menentukan kebijakan
dan pembaharuan sistem
pendidikan di Indonesia, termasuk di dalamnya perencanaan
pembelajaran dan asesmen.
Profil Pelajar Pancasila merupakan
petunjuk atau pedoman dalam merencanakan pembelajaran
dan penilaian untuk semua mata pelajaran. Dengan kata lain, Profil Pelajar Pancasila merupakan kemampuan atau
kompetensi dan karakter yang dipelajari dalam
lintas disiplin ilmu. Guna mengembangkan kompetensi dan karakter
peserta didik, diperlukan indikator-indikator atau
aspek-aspek yang mendukung ketercapaian Profil
Pelajar Pancasila. Indikator
atau aspek yang dapat mendukung
ketercapaian Profil Pelajar
Pancasila menurut Kemendikbudristek (2020) yang selaras
dengan tahap
![]()
1 Muhammad Dewa
Zulkhi, Nimas Aizin Tiwandani, Irmay HZ Siregar, dkk. “Perwujudan Entitas dan Identitas Bangsa Indonesia dalam
Pembelajaran Abad 21 malalui Penerapan Profil Pelajar Pancasila” Journal On Teacher Education, Vol. 4 No. 3,
(2023) Hal. 161.
2 Dewi Umi Qulsum, Hermanto,
“Peran Guru Penggerak
Dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Sebagai Ketahanan Pendidikan Karakter Abad 21” Jurnal Ketahanan
Nasional, Vol. 28, No. 3, Desember 2022)
Hal, 317.
perkembangan peserta didik dan menjadi acuan dalam
perencanaan pembelajaran dan asesmen.
Profil
pelajar Pancasila merupakan
bentuk penerjemahan tujuan pendidikan nasional. Profil pelajar Pancasila
berperan sebagai referensi utama yang mengarahkan kebijakan-kebijakan pendidikan termasuk
menjadi acuan untuk para guru dalam membangun karakter serta kompetensi
peserta didik. Profil pelajar Pancasila harus dapat dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan karena perannya
yang penting. Profil ini perlu
sederhana dan mudah diingat dan dijalankan baik oleh guru maupun oleh pelajar agar dapat dihidupkan dalam kegiatan
sehari-hari. Berdasarkan pertimbangan tersebut, profil pelajar Pancasila terdiri dari enam dimensi, yaitu: 1)
beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak
mulia, 2) mandiri,
3) bergotong-royong, 4) berkebinekaan global, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif.3
Pembelajaran di abad 21 harus dapat mempersiapkan generasi
manusia Indonesia menyongsong kemajuan teknologi informasi
dan komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Pembelajaran abad 21 sebenarnya adalah implikasi dari perkembangan masyarakat dari masa ke masa. Sebagaimana diketahui bahwa masyarakat berkembang dari masyarakat
primitif ke masyarakat agraris, selanjutnya ke
masyarakat industri, dan sekarang bergeser ke arah masyarakat informatif.
Masyarakat informatif ditandai dengan
berkembangnya digitalisasi.4 Keterampilan abad 21 yakni character
(karakter), citizenship (kewarganegaraan), critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreatif), collaboration
(kolaborasi), dan communication
(komunikasi).
Keterampilan akademik dan kognitif
memang keterampilan yang penting bagi peserta
didik, namun bukan merupakan satu-satunya keterampilan yang diperlukan peserta didik untuk menjadi sukses. Peserta didik yang memiliki
kompetensi kognitif yang fundamental
merupakan pribadi yang berkualitas dan beridentitas. Peserta didik seperti
ini mampu menanggapi kegagalan serta konflik
dan krisis, serta siap menghadapi dan mengatasi masalah sulit di
abad ke-21. Secara khusus, generasi muda harus
mampu bekerja dan belajar bersama dengan beragam kelompok dalam berbagai jenis pekerjaan dan lingkungan sosial,
dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Pancasila menjadi filsafat
pendidikan bangsa, dalam pelaksanaan pembelajarannya diatur oleh Profil pelajaran pancasila sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dan penilaian untuk semua mata pelajaran. dapat diaplikasikan dalam bentuk budaya sekolah, intra dan ekstrakuliker. Dalam proses
![]()
3
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022 “Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar
Pancasila pada Kurikulum Merdeka” Jakarta: Kemendikbud, diunduh 28 Februari
2023.
4
Edi Syahputra
“Pembelajaran Abad 21 Dan Penerapannya Di Indonesia” Prosiding Seminar Nasional SINASTEKMAPAN (E-Journal) Vol. I (November 2018) Hal. 1227.
menuju hal tersebut peserta didik harus dibekali dengan kompetensi pembelajaran abad
21. Penerapan perwujudan profil pelajar Pancasila pada
Pendidikan yang berpihak pada peserta
didik dalam Pendidikan abad-21 di dalam kelas, Pembelajaran
yang berpihak pada peserta
didik, salah satunya
dengan memberi kesempatan peserta didik untuk
mengemukakan pendapat, memberi
kebebasan membangun sendiri
pengetahuannya, tidak selalu mengikuti keinginan
gurunya, guru berperan
sebagai fasilitator dan membimbing
dalam menunjang pembelajaran yang
dibutuhkan oleh peserta didik.
Guru perlu memperkuat keingintahuan
intelektual peserta didik, keterampilan mengidentifikasi
dan memecahkan masalah, dan kemampuan mereka untuk membangun pengetahuan baru dengan orang lain. Guru
di abad ke-21 bukanlah guru yang mahir dalam
setiap topik dalam kurikulum, namun harus menjadi ahli dalam mencari tahu bersama-sama dengan siswa mereka,
tahu bagaimana melakukan
sesuatu, tahu bagaimana cara untuk mengetahui sesuatu
atau bagaimana menggunakan sesuatu untuk melakukan
sesuatu yang baru. Peran penting seorang guru abad ke-21 adalah peran mereka sebagai role model untuk
kepercayaan, keterbukaan, ketekunan dan komitmen bagi peserta didik dalam
menghadapi ketidakpastian di abad ke-21.5
![]()
5 Siti Zubaidah,
“Keterampilan Abad Ke-21: Keterampilan yang diajarkan melalui pembelajaran”
Jurusan Biologi, FMIPA,
Universitas Negeri Malang.
Referensi
Dewa, Muhammad Zulkhi,
Nimas Aizin Tiwandani, Irmay HZ Siregar,
dkk. (2023) “Perwujudan Entitas
dan Identitas Bangsa Indonesia dalam Pembelajaran Abad 21 malalui Penerapan Profil Pelajar
Pancasila” Journal On Teacher
Education, Vol. 4 No.
3.
Umi Dewi Qulsum,
Hermanto, (2022) “Peran Guru Penggerak Dalam Penguatan Profil Pelajar
Pancasila Sebagai Ketahanan Pendidikan Karakter Abad 21” Jurnal Ketahanan Nasional,
Vol. 28, No. 3.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi, (2022) “Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar
Pancasila pada Kurikulum
Merdeka” Jakarta: Kemendikbud, diunduh 28 Februari 2023.
Syahputra, Edi, (2018) “Pembelajaran Abad 21 Dan Penerapannya Di Indonesia, Prosiding Seminar
Nasional SINASTEKMAPAN (E-Journal)”
Vol. I.
Zubaidah, Siti “Keterampilan Abad Ke-21: Keterampilan yang diajarkan melalui
pembelajaran” Jurusan
Biologi, FMIPA, Universitas Negeri
Malang.
Komentar
Posting Komentar